Universitas Brawijaya

Alumni Program Studi Ilmu Politik – FISIP

Pemerintahan

10 - 01 - 2015 admin
  • Fandi Rizki Rosyari

fandiAngkatan 2008 adalah angkatan pertama yang sangat membanggakan. Sebagai sebuah program yang baru di tahun tersebut namun para mahasiswa angkatan ini banyak menorehkan sejarah pencapaian prestasi dalam berbagai bidang di Universitas Brawijaya salah satunya Fandi Rosyari. Ia tercatat pernah menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa niversitas Brawijaya tahun 2011-2012. Ia mengalahkan kompetitornya dari berbagai fakultas dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) sehingga menampakkan betul kompetensi para mahasiswa Fisip yang merupkan tim kerja politik pemenangan Fandi Rosyari.

Kemenangan Fandi Rosyari dalam Pemira tersebut sekaligus juga adalah kebanggan bagi FISIP yang masih berusia 4 tahun namun telah mengantarkan reputasi kepemimpinan mahasiswa di tingkatan universitas. Saat ini Fandi tercatat sebagai PNS di Sekretariat Jendral DPD RI.

“Melanjutkan pendidikan S1 di Prodi Ilmu Politik Universitas Brawijaya adalah hal yang sangat membanggakan. Ilmu Politik Brawijaya memiliki visi dan komitmen kuat untuk mencetak generasi penerus bangsa. Selain mendapatkan bimbingan dari dosen pengajar yang qualified, saya juga mendapatkan banyak sekali pengalaman organisasi selama masa perkuliahan. Semoga Ilmu Politik Brawijaya terus berkembang dan melahirkan lulusan yang berkualitas untuk memberikan sumbangsih kepada negara”. Demikian Fandi mengngkapkan succes story pada tim web alumni.

  • Yudi Krisno Wicaksono

aksonPemuda yang satu ini merupakan sosok pemuda perantau dari daerah asalnya untuk mengembangkan potensi dirinya. Ia saat ini bekerja sebagai Staff SA A-444, Komisi III Bidang Hukum, Hak Asasi Manusi dan Keamanan, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Di Universitas Brawijaya, ia terkenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam kepanitiaan dan organisasi baik lingkup eksekutif maupun legislatif. Khusus untuk organisasi, tercatat mulai dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapolitik), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UB, Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM-UB), Kongres Mahasiswa Universitas Brawijaya (KM-UB) dan Dewan Perwakilan Universitas Brawijaya (DPM-UB).

Menjelang masa terakhirnya sebagai mahasiswa S1, ia didapuk sebagai delegasi tunggal Indonesia dalam konferensi internasional. Konferensi itu bertajuk Society for Ecological Restoration Australasian (SERA) Conference 2012 yang bertempat di University of Western Australia (UWA), Perth, Australia. Karya tulisnya yang diterima berjudul “Managing Mangrove Ecosystem: Restoring the optimalization potencies by the policy and legislation”. Sebelum di Perth, sebenarnya tulisan lainnya yang berjudul “Santri Tradition in Indonesia” diterima di The Australian Association for the Study of Religion (AASR) 2012 Conference. Konferensi AASR itu diselenggarakan di University of Western Sydney, Sydney, Australia. Namun, karena alasan efisiensi ia lebih memilih pergi ke Perth. Setelah dari Universitas Brawijaya, pada tahun 2014 ia meneruskan jenjang studinya ke Universitas Indonesia sampai sekarang. Di UI ia mengambil Jurusan Pascasarjana S2 Ilmu Politik. Sedangkan untuk peminatan studi ia mengambil Peminatan Partai Politik, Pemilu, dan Parlemen.

  • DWINDRA SETYO N.

dwindraalumni program studi Ilmu Politik FISIP UB luls tahun 2014. Ia merupakan putra daerah Kabupaten Jombang yang lahir pada tanggal 07 September 1991. Penelitian tugas akhirnya yang berkaitan dengan birokrasi memberikan motivasi tersendiri bagi dia untuk menjadi aparatur negara. Sehingga pada tahun 2015, ia berhasil menyingkirkan 10ribu lebih pendaftar Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Jombang dan kini menjabat sebagai analis pemberdayaan masyarakat di Kantor Kecamatan Wonosalam. Sebagai sarjana ilmu politik yang tidak hanya cakap dalam berteori dan memiliki komunikasi yang bagus ternyata sangat mendukung kinerjanya sebagai aparatur negara. Baginya, meskipun beban kerja yang dirasa cukup berat namun penting sekali untuk tetap menjalankannya dengan senang dan bangga karena banyak ilmu serta pengalaman yang didapat. Terlebih ada kepercayaan dari rekan kerja yang diberikan kepadanya.

  • Singgih Kinanti

1458368147709Pemuda asli Bengkulu ini merupakan sosok pendiam dan disiplin.  Namun  dibalik sikap diamnya dia mampu memberikan kontribusi besar bagi organisasi yang ia ikuti. Tidak banyak bicara dan  banyak kerja adalah visi yang selalu ia terapkan.

Di bidang akademik Singgih termask mahasiswa yang tidak diragukan dedikasinya. Penelitian dan magangnya di arena parlemen telah memberi kesan sangat baik bagi lembaga negara penting ini sehingga ia mudah sekali diterima saat melamar sebagai pegawai di lembaga ini.

Selain itu pengalaman keaktifannya ketika menjadi salah satu menteri di Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP UB juga memperkat kompetensinya dan  membawa petualangan baru menuju gedung parlemen. Saat ini ia tercatat bekerja di Humas DPR RI.

  • Hanna Hariani

hanna hariani

Dalam masa studi 4 tahun di ilmu politik Universitas Brawijaya, memberikan kesan menarik dan manfaat besar saat ini. Jurusan ilmu politik memberikan peluang bagi saya pada masa kuliah untuk memperluas jaringan, baik itu keterlibatan saya dalam riset maupun organisasi yang saya ikuti pada saat itu. Sekarang saya banyak terjun dalam pengabdian masyarakat, dibawah naungan lembaga pemerintahan bidang kesehatan di kota kediri.

  • Agung Satya Purnama

agung satya purnama

Menjadi Staf Humas di pemerintah kabupaten Malang mempunyai tantangan tersendiri. Tuntutan sebagai humas di pemerintahan eksekutif jelas berbeda dengan humas perusahaan swasta. Tuntutan tersebut adalah bagaimana masyarakat mampu mengetahui program-program yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah, dalam proses penyebarluasan informasi tersebut terdapat didalamnya unsur edukasi kepada masyarakat, karena ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah salah satu faktornya juga disebabkan ketidaktepatan pemerintah dalam mengkomunikasikan program-programnya. Untuk itulah dibutuhkan kepekaan analisis sosial politik, kebijakan publik dan civil society. Agung merasakan bahwa Kurikulum yang dia dapatkan di Ilmu Politik FISIP UB sangat menunjang sekali pekerjaannya saat ini, ditambah pula dengan softskill yang dia dapatkan saat aktif di organisasi kampus dulu.