Universitas Brawijaya

Alumni Program Studi Ilmu Politik – FISIP

LSM

10 - 01 - 2015 admin
  • Muhammad Multazam

s200_no_pic

Sejak kuliah saya banyak mengikuti berbagai organisasi sosial. Saya juga aktif dalam kegiatan-kegiatan LSM dan pengabdian masyarakat. Sebagai aktivis sosial, saya juga sering terjun dalam upaya advokasi pemenuhan hak-hak masyarakat desa. Hingga saat ini, saya terlibat dalam beberapa program lembaga swadaya masyarakat di Lamongan – Jawa Timur, dan juga sering turut serta menjadi bagian dalam aktivitas politik.

  • Yunita Dwi Liandarwati

Yunita Dwi Liandarwati1Di saat banyak sarjana yang berlomba-lomba mencari pekerjaan setelah lulus kuliah, atau menyiapkan beasiswa untuk studi lanjut, Yunita memilih jalan hidup yang berbeda yaitu menjadi aktifis yang mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Bersama Samitra Abhaya – Koalisi Perempuan Pro Demokrasi ( SA KPPD) Surabaya, ia mengabdikan dirinya untuk mengadvokasi dan memperjuangkan isu-isu anti kekerasan dan kesetaraan gender. Berbekal ilmu dan pengalaman selama menjadi Sekretaris Himapolitik dan Aktif di Lembaga Pers Fisip UB, ia memperjuangkan berbagai hal melalui aksi dan tulisan-tulisannya. Selain kerja-kerja praksis ini, Yunita juga mulai mendokumentasikan serta mengorganisasikan gagasannya melalui banyak  tulisan dan buku mengenai kesetaraan hak dan pemberdayaan perempuan sudah ia terbitkan.

Setelah menyelesaikan S1 Ilmu Politiknya, ia sempat menjadi jurnalis di dua media lokal Kota Malang. Meneruskan kegemarannya menulis yang sudah dirawat sejak bergabung di Lembaga Pers Mahasiswa Perspektif pada tahun pertama kuliah. Saat bekerja di Swaratani, ia beberapa kali melakukan peliputan ke area pertanian di daerah-daerah pelosok di Jawa Timur, mendokumentasikan kerja keras para petani dan problematika kebijakan di bidang pertanian.

Pertemuannya dengan pekerja anak di area pertanian dan buruh tani perempuan membuatnya ingin terlibat lebih jauh pada isu anak dan perempuan. Kini, ia berproses sebagai Media Campaigner di Samitra Abhaya, sebuah lembaga sosial yang bergerak untuk anak dan perempuan. Sejak tahun 2015 lalu, ia bersama lembaganya aktif melakukan kerja advokasi dan kampanye gerakan inklusi sosial pekerja anak di sektor domestik yang ditujukan untuk mencapai tiga pilar: 1) Penerimaan Sosial, 2) Teraksesnya layanan dasar, 3) Kebijakan yang melindungi mereka. Ia juga menjadi bagian dari kampanye nasional menuntut RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga sebagai sikap atas terus meningkatnya jumlah kekerasan pada PRT, yang mayoritas adalah perempuan.

Desember Tahun 2015 lalu, ia mewakili Indonesia sebagai delegasi Young Southeast Asian Leaders Initiative di Bangkok, untuk isu pendidikan, bersama 80 delegasi se-Asia Tenggara lainnya. Di forum tersebut, melalui video snapshot dan master project, ia menyuarakan ketersediaan pendidikan yang mudah diakses untuk menghentikan pernikahan paksa anak di usia dini.

“Diskusi-diskusi yang saya dapati selama kuliah di Ilmu Politik UB turut membangun perspektif dan kepekaan saya terhadap isu sosial yang tengah kita hadapi. Saya juga lebih mudah menentukan arah dan bentuk kontribusi untuk sekitar.”- Nita, alumni Ilmu Politik angkatan 2009.

email: ydliandarwati@gmail.com